Khazzanah Tour Travel Umrah Jakarta : Kiat Berdagang Ala Rasulullah

PT Galih Tunggal Perkasa
Jadwal Umroh November Desember
MAKKAH
Hotel Suport 3 Final Rehab / Firdaus Umrah / Fajar albadee / Fahamatul/ setaraf
Hotel Suport 4 Villa Hilton / Olayan Ajyad / Royal majestic / Grand Mekkah/ setaraf
Hotel Suport 5 Pullman zamzam / Movenpick / Sofa Azka / Anjoum / Reetaj / setaraf
MADINAH
Hotel Suport 3 Mubarok Silver / Sourfah / Mubarok al masee / Mirage / setaraf
Hotel Suport 4 Fairusshatta / Golden Anshor / Royal Andalus / setaraf
Hotel Suport 5 Grand Mercure / Al haram / Concord / Hayyat Intercont / setaraf

Kiat Berdagang Ala Rasulullah


Cara Berdagang Ala Rasulullah, Cara Sukses Dunia Akhirat


Cara Berdagang Ala Rasulullah—Orang jaman sekarang, banyak sekali yang mengharapkan dirinya dapat sukses karena memiliki pekerjaan yang bagus dan mendapatkan upah yang besar dari hasil sekolah mengejar pendidikan yang tinggi selama ini. Padahal, jika dipikir-pikir apabila bekerja dengan orang lain, sama sekali belum bisa dikatakan sukses. Hal itu dikarenakan, ketika kita bekerja dengan orang lain, pasti akan mendapatkan perintah, mendapatkan cacian, omelan dan lain sebagainya yang bisa mengganggu psikologi dan kenyamanan kita dalam menghadapi kehidupan ini. Sehingga akhirnya datanglah penyakit-penyakit yang tidak diinginkan dan juga bisa menimbulkan stress yang berlebihan yang bisa mengganggu kesehatan diri kita sendiri. Nah, terus siapa orang yang bisa dikatakan sukses? Orang yang bisa dikatakan sukses adalah orang yang berdagang dengan mengikuti Cara Berdagang Ala Rasulullah.

Orang yang berdagang dengan mengikuti Cara Berdagang Ala Rasulullah, dipastikan hidupnya memiliki kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena Cara Berdagang Ala Rasulullah adalah cara yang baik yang bisa menghasilkan pahala untuk di akhirat kelak serta dapat menghasilkan keuntungan yang halal yang bisa memperkaya diri di dunia. Penghasilan pedagang juga merupakan penghasilan yang paling baik diantara penghasilan yang lainnya. Hal ini berdasarkan hadits yakni yang artinya, dari Mu’adz bin Jabal Radiyallahu’anhu, ia bekata bawa Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam bersabda : “Sesungguhnya sebaik-baik penghasilan ialah penghasilan para pedagang yang mana apabila berbicara tidak bohong, apabila diberi amanah tidak khianat, apabila berjanji tidak mengingkarinya, apabila membeli tidak mencela, apabila menjual tidak berlebihan (dalam menaikkan harga), apabila berhutang tidak menunda-nunda pelunasan dan apabila menagih hutang tidak memperberat orang yang sedang kesulitan” (Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman, Bab Hifzhu Al-Lisan IV/221). Sebelum lanjut membaca, ketahui informasi umroh Ramadhan sekarang juga sebelum terlambat! Cara mudah ketahui informasinya Klik Disini!

Beberapa Penjelasan Kiat Berdagang Rasulullah


1.Menjalankan Syarat Jual Beli


a.Berakal sehat dalam menjual atau membeli barang dagangannya;
b.Tidak ada paksaan bagi kedua bela pihak untuk menjual dan membeli, baik bagi orang dewasa atau anak kecil (arti lain tidak ada paksaan);
c.Barang yang dijual atau dibeli merupakan barang yang halal;
d.Adanya ijab (penyerahan)  dan kabul (penerimaan);
e.Kerelaan dua belah pihak bagi pembeli dan penjual dalam bertransaksi.


2.Menjadikan Kegiatan Berdagang Sebagai Kegiatan Beribadah


Menjadikan semua kegiatan yang dikerjakan termasuk kegiatan jual beli atau berdagang dengan Cara Berdagang Ala Rasulullah sebagai ibadah, inshaaAllah Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan mudah memberikan ridhonya kepada kita yang menjalankannya. Caranya, kita harus ikhlas dalam berdagang dan senantiasa selalu bersyukur, selalu menyesuaikan kegiatan perdagangan masa kini dengan syariat Islam yang telah diajarkan Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasalam serta bersungguh-sungguh dalam bekerja keras yang pada hakikatnya, hasil tidak akan mengkhinati prosesnya.


3.Tidak Curang Dalam Menimbang Atau Menentukan Takaran


Cara Berdagang Ala Rasulullah yang sering dilanggar oleh sebagian orang pada masa Jahiliyah bahkan hingga sekarang adalah mengurangi timbangan atau takaran yang tidak seharusnya dilakukan, untuk menguntungkan bagi diri si pedagang. Padahal dalam Islam hal ini bukan hal yang baik untuk dilakukan. Selain itu, Cara Berdagang Ala Rasulullah yang tidak pernah mengurangi timbangan sebenarnya sudah dijelaskan dalam Al Qur’an yakni yang artinya “Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar dan timbanglah dengan timbangan yang benar” (Al Isra’ : 35), jadi apabila hal ini dilanggar, tentu ada balasan yang setimpal dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.


4.Hindari Sumpah Palsu Yang Berlebihan


Cara Berdagang Ala Rasulullah yang baik dan benar pasti tidak akan pernah membohongi atau meyakinkan para pembeli dengan sumpah yang berlebihan atau bahkan palsu. Sumpah memang akan menghadirkan banyak pembeli, namun keberkahan dari keuntungan yang diperoleh akan hilang sedikit demi sedikit. Hal ini berdasarkan hadits yang artinya, Dari Abu Hurairah, Nabi berkata : “Sumaph itu melariskan barang dagangan, akan tetapi menghapus keberkahan”


5.Tidak Menimbun Barang Dagangan


Maksud dari Cara Berdagang Ala Rasulullah yang merupakan bagian akhir dari artikel Khazzanah Tour Travel Umroh ini adalah menimbun barang dagangan terlebih dahulu dan dikeluarkan apabila harga barang tersebut tinggi di waktu tertentu, maka akan dijual kembali. Hal ini bertolak belakang dengan syariat Islam.

Back To Top